TEMANMU SYURGAMU

Mentari tidak akan bersinar, ketika ia bersama dengan awan yang hitam. Tidak diberikan ruang untuknya bersinar, hanya menjadikannya terhalang gumpalan hitam yang pekat. Kita diibaratkan mentari yang menentukan kita akan bersinar atau tidak. Memilih siapa yang berada di sekitarnya. Jika hanya awan-awan yang hitam, itu hanya akan membuatnya terlihat buruk. Tidak bersinar, tidak terlihat kebaikan-kebaikan yang ada padanya.

Begitulah perumpaan orang-orang yang lingkungannya bukan orang baik. Orang lain merasa dirinya kurang baik, walau kita punya kebaikan-kebaikan yang tidak terlihat. Tapi yang orang lain lihat, bukan kebaikan yang pernah kita lakukan. Melainkan dengan siapa dia berkumpul.

Seperti berteman dengan pandai besi. Kalau kita datang dan bermain dengan dia. Sebersih apapun kita saat datang bermain dengannya. Kalau mainnya dengan pandai besi, akan tetap baunya mengenai baju yang di pakainya. Bahkan bisa merusak bajunya yang bersih itu, karena percikkan apinya. Tapi tidak dengan berteman dengan tukang minyak wangi. Baju yang lusuh, dan kotor karena pernah terkena kotoran entah sebuah cipratan air dari mobil yang membuat bajunya kotor. Tapi bisa diberikan ganti dari baju yang kotor itu oleh temannya, dan diberikan parfum agar menjadi harum kembali.

Kepribadianmu yang akan berubah seiring kamu sering berkumpul dengan teman-temanmu. Karena lingkungan akan mendominasi siapa sebenarnya dirimu itu. Begitu pentingnya untuk memilih siapa yang menjadi teman kita. Karena kedudukannya akan sampai ke Surga. Sampai ada cerita percakapan seorang hamba kepada Tuhannya. ketika temannya tidak ia dapati di Surga. Beginilah percakapan antara hamba itu dengan Allah swt.

“Ya Allah. Aku tidak melihat fulan temanku di sini. di manakah dia ya Allah?”

“Ia sedang berada di Neraka.”

“Ya Allah. Tolong angkat ia ke Surga ya Allah. Sesungguhnya ia yang pernah mengingatkanku untuk terus mengingat Engkau ya Allah.”

“Baiklah. Kamu cari teman-temanmu yang memiliki iman sekecil biji dzarah.”

Begitu dahsyatnya kedudukan teman itu. Ia bisa menyelamatkanmu dari Neraka.

Karena teman bisa memberikan syafaat kepadamu.. Dan adapula mereka yang menyesal karena menjadikan fulan menjadi temannya. Karena tidak membuatnya ia untuk mengingat Tuhannya. Sampai Allah berfirman dalam ayatnya.

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (yakni: sangat menyesal), seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku.” Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29)

Sampai segitunya kedudukan berteman dengan siapa. Menjadikan ia penghuni Surga ataupun Neraka. Jadi pilih-pilihlah untuk berteman. Bukan milih-milih untuk berteman. Tetap lebih menghindarkan agar tidak ada penyesalan di akhirat nanti.

Karena burung merpati tidak akan terbang bersama rombongan gagak. Ia pasti akan terbang bersama rombongannya yang sama. Jadi pilih-pilihlah untuk bersama siapa kamu berteman.

Leave a Reply